HYPOCRITE? : "Prolog"
Holoo.. Terbitan perdana ini. Dimaklumi lah..
Nah, untuk kali ini, siapa yang pernah munafik tentang masalah CINTA?
Cinta??? apa sih itu cinta? hmmm.. jujur nih, aku belum pernah tahu apa itu cinta dan bagaimana rasanya, diantara kalian yang baca ini, mungkin pernah merasakan, bisa sharing-sharing ^^
Ini cerita bersambung, jadi nikmatin aja yaa ^^ Thanks.
HYPOCRITE?
Prolog
![]() |
| Biru |
Bintangnya
masih berkelap-kelip. Seonggok layar benda yang dari tadi kupegang berkedip tak
beraturan. Dia. Baru membalas setelah 30 menit terakhir aku membalas. Bersamaan
dengan berjalannya waktu, bosan rasanya harus selalu menunggu dia membalas.
Hingga akhirnya, aku memutuskan tak membalas pesannya. Berharap dia berpikir
jika aku telah tidur. Mungkin cukup kasar, namun aku heran, bagaimana bisa,
seorang anak perempuan lugu yang setiap hari selalu meminta maaf jika membuat
kesalahan sedikit saja dibattle kan
dengan anak laki-laki tak punya hati? Namun, semua itu tak perlu dinilai.
Sayang, tetaplah sayang.
Zoro
namanya, Arezki Arya Zevaro. Bisa dipikir-pikir lagi, nama yang mungkin sangat
tidak cocok dengan karakternya yang terlalu cuek, dan takut dengan cinta.
Berbeda dengan zoro asli yang romantis dan berani. Mungkin hatiku ini terlalu
anarkis untuk mengharapkan hati polosnya yang tak tersentuh sedikit pun oleh
dunia-dunia ganas di luar sana. Jadi, yang kupikirkan hanya berteman, namun
mengagumi. Haha, yaaa, jangan terlalu memunafikkan diri kalian dengan cinta
sepertiku ini. Masa muda-mudi kali ini tak perlu lah berdebat banyak tentang
cinta, mungkin di antara kalian ada yang alergi dengan cinta, seperti Zoro ini.
Bungkusan-bungkusan
cahaya menyilaukan terbesit dalam mataku, sudah hampir sejam aku duduk di atap
rumah. Hanya bernostalgia layaknya hobi ibuku, dengan bibir melengkung tak
beraturan setiap detik, aku hanya terkikih saat membayangkan masa-masa SMPku
dulu. Masa dimana labilnya hatiku membeludak naik, diikuti dengan
tampang-tampang anarkis polos dari wajahku. Dan seketika, bayangan OSIS masuk
dalam pikiranku, meluap demi kesosialan yang sudah kutunggu-tunggu dari SD.
Tapi akhirnya, mampet juga saat ngeMOS adik-adik kelas. Berbeda dengan kepedean
Zoro yang membuat tertegun saat melihatnya memainkan tangan dengan ratusan
angka yang ia sajikan kepada adik-adik kelas. Jadi, aku ini menyukainya sejak
saat itu? Saat SMP? Aku baru tahu. Oh ya, namaku Ozil. Ryanadhama Arezil, entah
apa yang ada dipikiran ibuku hingga nama panggilanku mirip nama pemain sepak
bola kewarganegaraan Jerman yang sekarang beralih pada klub Arsenal, ironis.
“Zil,
jadian yuk!” seseorang tiba-tiba berteriak dari bawah. Suara serak laki-laki.
Bersambung...
Jangan copas ya... Oh, saya juga tau jika kalian nggak suka copas punya
orang lain, ada hak ciptanya loohh... cie. Maaf jika agak, yaaah... amatiran ^^
Lanjut kapan-kapan ini.. ^^ Terima Kasih. Coo...roo..


No comments for "HYPOCRITE? : "Prolog""
Post a Comment
silahkan berkomentar,karena itu sangan berarti bagi kami.