Berbicara tentang Bela Negara

 

Berbicara tentang Bela Negara

            Sudah satu setengah tahun saya berjuang menimba ilmu di kampus Bela Negara. Ya, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, tepatnya di Surabaya. Saya bukanlah orang awam yang baru mengenal bela negara. Sebelumnya saya sudah mengikuti berbagai kegiatan yang berbau seperti itu, seperti paskibra atau sekadar mengikuti seminar bela negara. Saya cukup menyukai dunia itu, sejarah tentang kenegaraan, Tentara Nasional Indonesia, film-film berbau nasionalisme, atau tragedi-tragedi perjuangan yang terjadi di Indonesia yang orang awam belum banyak tau. Saya adalah cucu dari seorang tentara. Kakek saya dulu bekerja di satuan tentara intelijen yang berdomisili di Surabaya. Beliau banyak sekali bercerita semasanya di dunia. Saat saya sedang makan pindang dan sayur bayam dengan lahap, kakek tiba-tiba duduk di sebelah saya dan mulai bercerita. Ceritanya begitu menarik, senang, bangga, bahkan sampai kelamnya Indonesia dahulu. Beliau sangat mencintai negaranya, ia kadang harus pergi diam-diam saat fajar, meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk bertugas di Papua. Ya, hanya pergi saja dan berkata, “Ojo pati ngenteni. Aku gak eruh bakal mulih maneh opo ora.” (“Jangan terlalu menunggu. Aku tidak tahu akan pulang lagi atau tidak.”), sambil kadang mencium kening istrinya. Saya bergidik dan menangis, karena saat kakek saya bercerita demikian, nenek sudah tidak di dunia.

            Kita tahu bangsa kita merdeka bukan karena campur tangan negara atau kelompok lain. Kemerdekaan yang diproklamasikan oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta adalah perjuangan bangsa Indonesia, dari beratus-ratus tahun yg lalu. Perang tak pernah usai, terjajah, dan dijajah. Saya sangat ingin tahu, bagaimana situasi di Indonesia saat radio-radio mengumandangkan proklamasi kemerdekaan, setiap lapangan dan jalan-jalan dipenuhi oleh rakyat Indonesia, merah putih berkibar, koran-koran berterbangan, menuliskan “INDONESIA MERDEKA!” di halaman paling depan. Sejarah baru mulai tercatat.

            Lalu apa sebenarnya Bela Negara itu? Apa ya kita harus perang lagi seperti dahulu? Kita tahu Pancasila itu bersifat fleksibel, artinya ideologinya akan mengikuti perkembangan zaman, dan tak melulu tertinggal pada tahun 1945. Maka dari itu, arti dari Bela Negara sendiri tidak berhenti pada “Berjuang angkat senjata”, tapi bagaimana cara kita dapat menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari suatu ancaman.  “Lalu apa sebenarnya Bela Negara itu?”

            Menurut Pasal 30 UUD 1945, bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam negeri. Siapa yang harus memiliki upaya bela negara tersebut? Ya kita semua, seluruh bangsa Indonesia, wajib dan harus punya. Sesuai dengan Pasal 27 Ayat (3): “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara,” dan Pasal 30 Ayat (1): “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.” Upaya bela negara harus dilakukan dalam kerangka pembinaan kesadaran bela negara sebagai sebuah upaya untuk mewujudkan WNI yang memahami dan menghayati serta yakin untuk menunaikan hak dan kewajibannya.

            Kemudian bagaimana kita bisa membela negara kita sendiri? Yang pertama kita harus punya kesadaran bela negara. Kesadaran bela negara didasari dari hati nurani. Jika tak ada hati yang ikut memiliki negara, tentu tidak akan bisa tercipta suatu sifat bela negara di dalam diri sendiri. Hal ini dapat diwujudkan dari berbagai sumber, namun yang paling utama adalah keluarga. Pendidikan bela negara seharusnya didapatkan sejak dini dalam lingkup keluarga, setelah itu situasi lingkungan sekitar. Banyak orang yang tak acuh tentang nasionalisme atau rasa mencintai negara sendiri, sehingga kebanyakan anak juga sering mengabaikan hal tersebut. Sebenarnya jika kita belajar tentang Bela Negara, banyak pelajaran hidup yang mungkin akan kita dapatkan. Karena bela negara itu luas, bisa menyinggung toleransi, cara kita berinteraksi dengan sesama, atau yang paling penting adalah kita bisa meraih cita-cita untuk memajukan bangsa dan negara.

            Ada beberapa hal penting yang perlu kita ketahui tentang Bela Negara, antara lain :

1.    Unsur dasar bela negara

Di dalam proses pembelaan bangsa, ada beberapa hal yang menjadi unsur penting di
antaranya:

a)    Cinta tanah air

b)    Kesadaran berbangsa dan bernegara

c)    Yakin akan pancasila sebagai ideologi negara

d)    Rela berkorban untuk bangsa dan negara

e)    Memiliki kemampuan awal bela negara

 

2.    Fungsi bela negara

Bela negara memiliki fungsi sebagai berikut :

a)    Mempertahankan negara dari berbagai ancaman

b)    Menjaga keutuhan wilayah negara

c)    Merupakan kewajiban setiap warga negara

d)    Merupakan panggilan sejarah

 

3.    Tujuan bela negara

Untuk tujuan bela negara sebagai berikut :

a)    Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara

b)    Melestarikan budaya

c)    Menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945

d)    Berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara

e)    Menjaga identitas dan integritas bangsa atau negara

Banyak hal yang kita bisa lakukan untuk memperjuangkan negara kita saat ini. Sekali lagi, bela negara tak terbatas dari angkat senjata. Jika kalian sedang membaca artikel ini, artinya kalian juga sudah berupaya untuk membela negara dengan cara mengedukasi diri sendiri terkait bela negara. Bekerjalah sesuai profesi kalian. Karyawan swasta, wirausaha, bidan, tukang becak, dokter, pelajar, penulis, konten kreator, ibu rumah tangga, apapun itu yang penting bisa bernilai positif dan berguna untuk diri sendiri sekaligus orang lain. Jika memang sulit untuk melakukan hal-hal tersebut, mungkin perkataan dosen saya ini bisa menyadarkan Anda walau Anda tidak melakukan pekerjaan apa-apa. Beliau berkata, “Tersenyumlah, sejatinya senyuman itu adalah hal paling sederhana dari sebuah bela negara.”

Terima kasih.


Oleh       : Acbellita Ayu Zevhiana

Prodi      : Teknik Lingkungan

Fakultas  : Teknik

UPN "Veteran" Jawa Timur 


No comments for "Berbicara tentang Bela Negara"